(Sumber foto : Aldida Nuhwanto)
DNEWS – Suasana mencekam sempat terjadi di Jalan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Ribuan massa yang disebut mencapai lebih dari 3.000 orang terlibat kericuhan dan bahkan berupaya menyerang kantor kepolisian setempat.
Kericuhan ini tidak hanya menimbulkan rasa takut bagi warga sekitar, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama Pondok Gede. Polisi dan TNI turun langsung untuk mengendalikan situasi.
Massa Diduga Menyerang Polsek Pondok Gede
Ketua RT setempat, Abdul Rohman, menuturkan bahwa kericuhan itu melibatkan kelompok massa yang tidak dikenalnya. Dari informasi yang diterima, massa tersebut datang dengan tujuan melakukan penyerangan ke Polsek Pondok Gede setelah sebelumnya merusak Pos Sub Sektor Jatiwaringin.
“Kalau massa aksi ini gak tahu dari mana, keluarga mana, kita gak tahu. Karena saya sebagai ketua lingkungan di sini, hanya dapat info mau ada penyerangan demo di Polsek Pondok Gede,” jelas Abdul, Minggu dini hari.
Abdul memperkirakan jumlah massa yang datang mencapai lebih dari 3.000 orang. Mereka bergerak dari dua arah, yakni utara dan selatan, sebelum berkumpul di kawasan Jatiwaringin.
Remaja Terlibat, Massa Bawa Molotov
Yang lebih mengkhawatirkan, menurut Abdul, sebagian besar dari massa yang ricuh itu masih berusia remaja. Namun mereka membawa benda-benda berbahaya, mulai dari batu, bambu, hingga bom molotov.
“Beberapa kali molotov sempat diledakkan, tapi berhasil dipukul mundur aparat. Namun mereka kembali lagi menyerang ke arah masyarakat Pondok Gede,” katanya.
Situasi kian tidak terkendali karena aksi pelemparan dan ledakan molotov menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Warga Terganggu, Jalan Raya Lumpuh
Bagi warga Pondok Gede, kericuhan itu benar-benar menimbulkan keresahan. Jalan Raya Jatiwaringin yang biasanya padat, mendadak lumpuh total. Kendaraan dari dua arah terpaksa berhenti atau memutar balik untuk menghindari titik kericuhan.
“Amat sangat terganggu dengan adanya demonstrasi ini. Jalan raya benar-benar lumpuh. Ini membuat keresahan bagi masyarakat, dari sekolah sampai rumah,” ungkap Abdul.
Tak hanya lalu lintas, aktivitas warga pun ikut terganggu. Sejumlah keluarga mengaku was-was meninggalkan rumah, sementara anak-anak sekolah terpaksa menunda keberangkatan karena akses jalan macet.
Aparat Masih Siaga
Meski kondisi berangsur pulih menjelang pagi, aparat kepolisian dan TNI tetap bersiaga di lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Abdul memastikan bahwa situasi di Pondok Gede sudah kembali normal. Namun warga masih berharap aparat dapat menindak tegas pelaku kericuhan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami ingin situasi aman kembali. Jangan sampai kejadian seperti ini menimbulkan trauma, apalagi banyak anak-anak yang ketakutan,” ujarnya.
