(Sumber foto : Aldida Nuhwanto)
DNEWS – Balairung Universitas Indonesia di Depok, Sabtu (20/9/2025), tampak semarak sejak pagi. Ribuan mahasiswa mengenakan toga hitam dengan selendang warna jurusan, didampingi keluarga yang datang dari berbagai daerah. Tepuk tangan, senyum haru, dan kamera ponsel orang tua menjadi saksi momen bersejarah. Pada hari itu, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar Wisuda ke-41 yang meluluskan sebanyak 2.584 mahasiswa dari tiga jenjang pendidikan: Program Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.376 wisudawan dan 1.208 wisudawati. Distribusi lulusan menunjukkan dominasi jurusan bidang ekonomi dan rekayasa. Jurusan Akuntansi meluluskan 528 orang, disusul Administrasi Niaga dengan 428 orang, serta Teknik Mesin dengan 423 orang. Selain itu, Teknik Elektro mencetak 383 lulusan, Teknik Grafika dan Penerbitan 339 lulusan, Teknik Sipil 253 lulusan, serta Teknik Informatika dan Komputer 206 lulusan. Khusus Program Magister Terapan, jumlah lulusan tahun ini mencapai 24 orang. Data tersebut menggambarkan bahwa PNJ tetap konsisten mencetak tenaga profesional di berbagai bidang yang dibutuhkan industri.
Menariknya, 183 lulusan tahun ini berasal dari program kerja sama pendidikan dengan mitra industri. Program ini bukan sekadar kemitraan formal, tetapi dirancang untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja melalui kurikulum yang disesuaikan kebutuhan pasar. Hasilnya, lulusan tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga memiliki pengalaman langsung di perusahaan. Fakta ini menunjukkan strategi PNJ dalam memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi.
Pesan Direktur: Integritas, Daya Juang, dan Kolaborasi
Di hadapan ribuan hadirin, Direktur PNJ, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M., menyampaikan pesan penting bagi para lulusan yang akan segera memasuki dunia kerja. Ia menekankan tiga kunci utama yang harus menjadi pegangan: integritas, daya juang, dan kolaborasi. Menurutnya, integritas adalah kompas moral yang harus dipegang teguh di tengah arus disrupsi teknologi dan sosial. Daya juang diperlukan agar lulusan mampu bertahan menghadapi dinamika global yang sarat ketidakpastian. Sedangkan kolaborasi, lanjutnya, merupakan energi untuk menciptakan perubahan dalam dunia yang semakin saling terhubung.
Dalam pidatonya, Syamsurizal juga mengingatkan bahwa lulusan PNJ tidak seharusnya berhenti pada peran sebagai pencari kerja. “Kalian diharapkan menjadi pencipta solusi, agen perubahan, dan penjaga harapan masyarakat. Gelar akademik bukanlah akhir, melainkan pintu awal untuk berkarya nyata,” ucapnya tegas. Sambutan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari para wisudawan dan keluarga yang hadir.
Lulusan Terbukti Siap Kerja
Sinyal kesiapan lulusan PNJ untuk bersaing di pasar kerja tergambar dari hasil tracer study. Berdasarkan survei internal, sebanyak 82 persen lulusan PNJ berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah wisuda. Bahkan, 354 mahasiswa sudah bekerja atau berwirausaha sebelum mereka resmi diwisuda. Data ini membuktikan bahwa kurikulum PNJ relevan dengan kebutuhan industri dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Wakil Direktur Bidang Akademik PNJ, Iwan Susanto, S.T., M.T., Ph.D., menambahkan bahwa kualitas lulusan PNJ terus meningkat dari tahun ke tahun. “Kami bangga, para wisudawan ini bukan hanya menyelesaikan studi, tetapi juga telah menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja. Banyak di antara mereka yang sudah diterima di perusahaan multinasional, BUMN, dan industri nasional sebelum acara wisuda digelar,” ungkapnya.
Catatan Prestasi Mahasiswa
Wisuda ke-41 tidak hanya menjadi perayaan kelulusan, tetapi juga panggung untuk menyoroti capaian mahasiswa selama masa studi. Di tingkat internasional, enam mahasiswa PNJ berhasil lolos dalam program pertukaran pelajar ke Gumi University, Korea Selatan, dan Southern Taiwan University of Science and Technology (STUST). Selain itu, sebanyak 25 mahasiswa mengikuti program Intense 3+1 PNJ bekerja sama dengan Saint John University. Mobilitas ini membuka kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik lintas negara dan memperluas jejaring global.
Dalam bidang olahraga, mahasiswa PNJ juga menorehkan prestasi membanggakan. Mereka meraih empat medali dalam ajang International University Karate Championship. Sementara di tingkat nasional, PNJ mencatatkan 7 mahasiswa meraih juara 1, 19 mahasiswa juara 2, dan 23 mahasiswa juara 3 dalam Kejuaraan Nasional 2025. Rangkaian prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PNJ tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga di bidang non-akademik, sehingga memperkuat citra kampus sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan berkarakter multidimensi.
Kualitas Pendidikan Diakui Internasional
Keberhasilan PNJ tidak lepas dari pengakuan kualitas pendidikan yang diraih secara konsisten. Saat ini PNJ telah memperoleh akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Lebih dari itu, empat program studi PNJ telah mengantongi akreditasi internasional dari lembaga IABEE dan ASIIN. Prestasi tersebut dilengkapi dengan pencapaian PNJ sebagai satu-satunya politeknik di Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar QS Asia University Rankings 2024. Pencapaian ini menegaskan posisi PNJ sebagai politeknik dengan reputasi akademik yang diakui tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional.
Alumni Capai 48 Ribu Lebih
Dengan diselenggarakannya wisuda ke-41, total alumni PNJ kini mencapai 48.579 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30.408 berasal dari bidang rekayasa, sedangkan 18.171 dari bidang tata niaga. Para alumni PNJ kini tersebar di berbagai sektor pembangunan, mulai dari industri manufaktur, jasa, perbankan, hingga teknologi informasi. Banyak di antaranya telah menduduki posisi strategis di perusahaan nasional maupun multinasional. Hal ini menjadi bukti bahwa lulusan PNJ mampu bersaing dan berkontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
Haru Wisudawan dan Orang Tua
Di sela-sela prosesi, banyak momen haru terlihat. Salah satunya datang dari Raka Prasetyo, lulusan Teknik Elektro, yang sejak semester enam sudah bekerja di sebuah perusahaan teknologi. “Rasanya bangga sekali bisa wisuda sambil sudah punya pekerjaan tetap. Perjuangan kuliah sambil kerja memang berat, tapi akhirnya terbayar hari ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Siti Maryam, orang tua dari wisudawati Jurusan Akuntansi, mengaku lega dan bangga atas pencapaian anaknya. “Saya lihat sendiri bagaimana anak saya begadang mengerjakan tugas. Sekarang dia sudah diterima di bank swasta nasional. Sebagai orang tua, tentu ini momen yang sangat membahagiakan,” tuturnya sambil memeluk putrinya erat.
Harapan di Balik Toga
Wisuda kali ini ditutup dengan prosesi pengalungan medali kepada lulusan terbaik dan foto bersama pimpinan PNJ. Suasana penuh haru menyelimuti Balairung ketika para wisudawan melempar toga ke udara, simbol kegembiraan sekaligus awal perjalanan baru.
Dengan tema “Unggul Berkarya, Berdampak Nyata”, PNJ menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global. Kolaborasi erat dengan dunia industri dan mitra internasional diyakini menjadi modal utama PNJ dalam melahirkan generasi profesional yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
