Hujan Deras Sebabkan Jalan Raya Jatiwaringin Tergenang, Lalu Lintas Lumpuh

 



(Sumber Foto : Aldida Nuhwanto)


DNEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Rabu sore (17/9/2025) membuat Jalan Raya Jatiwaringin lumpuh total akibat genangan air setinggi betis orang dewasa. Genangan meluas menutupi hampir seluruh badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah dan sebagian besar pengendara terjebak di tengah banjir.

Kronologi Hujan dan Genangan

Pantauan di lokasi, hujan mulai turun deras sekitar pukul 16.00 WIB. Hanya dalam waktu kurang dari tiga puluh menit, air yang tak tertampung drainase meluap ke jalan raya. Pada pukul 16.30 WIB, genangan sudah menutupi seluruh jalur dari arah Bekasi menuju Jakarta. Kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak, antrean panjang terlihat hingga ke arah Pondok Gede.

Beberapa pengendara motor memilih menepi setelah mesin mereka mati terendam. Mobil pribadi maupun angkutan umum pun berjalan merayap dengan kecepatan rendah, sebagian bahkan berhenti menunggu air surut.

Suasana Jalan Raya: Macet dan Penuh Risiko

Jalan Raya Jatiwaringin yang biasanya menjadi jalur utama penghubung Bekasi–Jakarta berubah layaknya kolam besar. Sejumlah pengendara motor tampak menuntun kendaraannya dengan susah payah. Beberapa lainnya memilih mencari jalur alternatif meski harus memutar cukup jauh.

“Kalau sudah hujan deras, air cepat sekali naik di sini. Saya tadi terpaksa dorong motor karena mogok di tengah jalan,” ujar Ahmad (34), seorang pengemudi ojek online yang terjebak banjir sore itu.

Tidak hanya pengendara, pedagang kecil yang berada di sepanjang jalan juga terkena imbasnya. Lilis (40), pedagang nasi uduk, mengatakan usahanya langsung sepi pembeli ketika genangan mulai tinggi.
“Kalau sudah begini orang pasti malas berhenti. Airnya susah surut, jadi kami pedagang ikut rugi,” katanya.

Risiko Kecelakaan Mengintai

Selain menimbulkan kemacetan parah, genangan air juga menutupi lubang-lubang jalan yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok.

“Kalau lewat jalur ini memang harus lebih waspada. Lubang jalan ketutup air, kalau tidak hati-hati bisa jatuh. Tadi saya sempat lihat ada motor hampir terbalik,” ungkap Ananto (45), warga sekitar yang ikut membantu mengatur lalu lintas.

Sejumlah warga lain memilih berhenti di tepi jalan menunggu air surut, sementara sebagian pengemudi memutuskan mengambil jalur alternatif melalui Kalimalang meski memakan waktu lebih lama.

Dampak Meluas ke Aktivitas Warga

Kemacetan panjang yang ditimbulkan membuat banyak pekerja pulang lebih lambat dari biasanya. Seno (27), pegawai swasta yang hendak pulang ke Jakarta, mengaku terpaksa memutar arah.
“Sudah macet parah, air tinggi, akhirnya saya mutar lewat Kalimalang. Jadi lebih jauh dan waktu pulang tambah lama,” ucapnya.

Genangan juga berpotensi merusak kendaraan. Beberapa bengkel kecil di sekitar lokasi terlihat ramai oleh motor yang mogok akibat kemasukan air.

Harapan Warga untuk Solusi Cepat

Hingga malam hari, genangan belum sepenuhnya surut meski intensitas hujan sudah menurun. Kondisi ini membuat warga khawatir setiap kali hujan deras kembali mengguyur.

“Kalau tidak ada perbaikan drainase, setiap musim hujan ya akan begini lagi. Pemerintah harus bergerak cepat, jangan sampai jalur utama ini selalu lumpuh,” ujar Seno menambahkan.

Warga berharap pemerintah segera mempercepat proyek perbaikan saluran drainase dan rutin melakukan pembersihan gorong-gorong. Jalan Raya Jatiwaringin yang menjadi jalur vital penghubung Bekasi–Jakarta dinilai tidak boleh terus-menerus menjadi langganan banjir setiap hujan deras turun.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama