(Sumber foto : Muhammad Farrel Nazwan)
DNEWS - 29 Agustus – 27 September 2025 Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menyelenggarakan kegiatan TGP Playground 2025, sebuah rangkaian acara yang berlangsung hampir sebulan penuh di Gedung TGP, dilaksanakan setiap seminggu sekali Acara ini menjadi wadah perkenalan bagi mahasiswa baru angkatan 25, tidak hanya pada organisasi kemahasiswaan, tetapi juga pada sejarah panjang jurusan, program studi yang ada di dalamnya, serta struktur akademik yang menjadi pilar utama TGP.
Semangat Mahasiswa Baru Warnai Gedung TGP
Sejak hari pertama pada 29 Agustus, suasana Gedung TGP tampak berbeda. Aula besar dan ruang-ruang kelas dipenuhi mahasiswa baru yang bersemangat mengikuti agenda pengenalan. Spanduk, poster, hingga karya visual dari organisasi mahasiswa menghiasi dinding gedung, menambah kesan meriah sekaligus informatif.
Kehadiran mahasiswa baru dalam jumlah besar menciptakan atmosfer kekeluargaan. Mereka terlihat tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi aktif berdiskusi, mencatat, bahkan mencoba simulasi kegiatan yang diperkenalkan organisasi. Panitia menyiapkan jadwal kegiatan setiap pekan, sehingga mahasiswa bisa mengenal TGP secara bertahap, baik dari sisi akademik maupun nonakademik.
“Playground ini ibarat pintu gerbang bagi mahasiswa baru. Mereka belajar mengenal kultur, sejarah, dan lingkungan TGP sekaligus membuka ruang interaksi dengan kakak tingkat dan dosen,” ujar Farrel panitia dari Playground.
Dukungan Penuh dari Struktural Jurusan
Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan pimpinan jurusan. Sekretaris Jurusan TGP, Rachmadita Dwi Pramesti, M.Ds., hadir langsung mendampingi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa TGP Playground merupakan upaya menjembatani mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dengan dunia kampus.
“Mahasiswa baru perlu memahami bahwa kuliah di TGP bukan hanya soal teori dan praktik, tetapi juga soal solidaritas, kolaborasi, dan proses berorganisasi. Dari awal, mereka harus merasa menjadi bagian dari keluarga besar TGP,” ungkap Rachmadita.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan para Kepala Program Studi (Kaprodi) untuk memberikan pemaparan materi:
Yoga Putra Pratama, S.T., M.T. – Kaprodi Teknik Cetak Grafis (TCG), menjelaskan tentang teknologi percetakan modern, peluang karier di industri grafika, serta pentingnya inovasi dalam teknik cetak.
Fitri Nur Ardiantika, S.I.Kom., M.Si. – Kaprodi Penerbitan (PB), memaparkan dinamika dunia penerbitan, mulai dari penulisan, penyuntingan, hingga distribusi konten digital di era industri 4.0.
Dwi Agnes Natalia Bangun, S.Ds., M.Ds. – Kaprodi Desain Grafis (DG), memperkenalkan prospek industri kreatif yang berkembang pesat serta menekankan peran desain sebagai media komunikasi visual.
Muryeti, S.Si., M.Si. – Kaprodi Teknologi Industri Cetak Kemasan (TICK), menjelaskan tentang prospek industri kemasan yang semakin vital dalam perdagangan global dan pentingnya sustainability dalam desain kemasan.
Keterlibatan para Kaprodi ini memberikan gambaran komprehensif kepada mahasiswa baru tentang ragam keilmuan yang ditawarkan Jurusan TGP, sekaligus peluang karier yang menanti mereka setelah lulus.
Sejarah Panjang Jurusan TGP
Dalam sesi khusus, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sejarah Jurusan TGP. Jurusan ini merupakan salah satu jurusan tertua di PNJ dengan akar kuat di bidang percetakan dan penerbitan. Sejak awal berdiri, TGP dirancang untuk menjawab kebutuhan industri grafika, yang meliputi percetakan, desain, kemasan, dan media penerbitan.
Jurusan TGP telah berkembang pesat seiring waktu. Dari semula hanya fokus pada percetakan konvensional, kini telah meluas mencakup desain grafis digital, teknologi industri kemasan, hingga penerbitan modern yang berbasis platform digital. Alumni TGP kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari perusahaan percetakan, penerbitan, advertising agency, industri kreatif, hingga wirausaha mandiri.
“Sejarah ini harus diketahui oleh mahasiswa baru agar mereka paham bahwa TGP memiliki identitas dan kontribusi panjang dalam perkembangan industri grafika Indonesia,” ujar salah seorang dosen senior.
Pengenalan Organisasi Mahasiswa dan Komunitas Kreatif
Selain pemaparan akademik, mahasiswa baru juga dikenalkan pada berbagai organisasi kemahasiswaan dan komunitas kreatif yang aktif di TGP. Di antaranya:
HMGP (Himpunan Mahasiswa Grafika dan Penerbitan), sebagai wadah utama aspirasi, advokasi, serta kegiatan akademik maupun nonakademik mahasiswa.
KSM Teriak (Kelompok Studi Mahasiswa Teriak), organisasi yang menumbuhkan sikap kritis terhadap isu sosial, budaya, dan politik, sekaligus ruang diskusi intelektual.
Comic Club, komunitas seni yang fokus pada ilustrasi, komik, dan storytelling visual.
KMDGI (Kelompok Mahasiswa Desain Grafika Indonesia), wadah pengembangan keterampilan desain grafis yang terhubung dengan jaringan komunitas desain nasional.
Lotus, komunitas pengembangan minat seni, literasi, dan ekspresi kreatif mahasiswa.
Apatis, organisasi yang sering menginisiasi diskusi dan forum terkait isu-isu kampus maupun sosial yang berkembang.
Setiap organisasi menampilkan ciri khas mereka dalam bentuk presentasi, pameran karya, video dokumentasi, hingga pertunjukan mini. Mahasiswa baru pun diajak untuk aktif bertanya, mencoba aktivitas, bahkan mendaftar untuk bergabung dalam kegiatan selanjutnya.
“Seru banget karena kita jadi tahu banyak pilihan organisasi. Tinggal pilih sesuai minat,” kata Salsabila, mahasiswa baru jurusan Desain Grafis.
Penutupan dengan Harapan Besar
Rangkaian TGP Playground 2025 resmi ditutup pada 27 September. Dalam penutupan, Ketua Pelaksana menyampaikan harapan agar mahasiswa baru mampu menemukan wadah pengembangan diri yang tepat.
“Kami ingin maba angkatan 25 menyadari bahwa organisasi dan prodi adalah ruang belajar kedua setelah kelas. Dari sini mereka bisa belajar kepemimpinan, kolaborasi, sekaligus menumbuhkan kreativitas,” ujar Raka selaku Ketua Pelaksana TGP Playground.
Dengan berakhirnya TGP Playground, mahasiswa baru angkatan 25 diharapkan tidak hanya memahami jurusan secara akademik, tetapi juga mengenal kultur, solidaritas, serta tradisi panjang TGP. Acara ini menjadi titik awal perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan PNJ.