DNEWS – Suasana berbeda tampak di SPBU Shell yang berlokasi di Jalan Raya Ambasador pada Minggu (21/9/2025) sore. Pukul 15.30 WIB, area pengisian bahan bakar yang biasanya dipadati kendaraan terlihat lengang. Semua dispenser bensin dalam kondisi mati, sementara papan informasi digital menunjukkan keterangan out of stock untuk seluruh jenis BBM.
Pantauan di lokasi, beberapa pengendara yang semula hendak mengisi bensin langsung meninggalkan area setelah mengetahui produk tidak tersedia. Kondisi ini membuat SPBU tampak sepi tanpa aktivitas jual beli.
“Biasanya kalau hari Minggu sore ramai karena banyak orang habis dari mall atau perjalanan keluarga. Tapi sekarang kosong, tidak ada bensin sama sekali,” ujar Rudi, salah seorang petugas SPBU Shell di Jalan Raya Ambasador.
Konsumen Beralih ke SPBU Lain
Ketiadaan stok membuat sebagian konsumen kecewa. Andi (32), pengemudi ojek online, mengaku sudah dua kali mencoba mengisi di SPBU Shell dalam sepekan terakhir namun selalu gagal.
“Mesin motor saya lebih enak kalau pakai Shell Super. Tapi sejak dua hari lalu kosong terus. Tadi juga saya sudah muter jauh ke sini, ternyata sama saja. Akhirnya saya mau isi Pertamax di Pertamina dekat Kuningan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Lina (27), pengguna mobil pribadi. “Saya biasanya langganan V-Power karena tarikannya lebih halus. Tapi kalau begini terus, terpaksa pindah ke BP atau Pertamina. Tidak mungkin nunggu pasokan yang tidak jelas,” katanya.
Petugas Belum Dapat Kepastian
Pihak SPBU mengaku belum mendapatkan informasi pasti kapan pasokan bensin akan kembali normal. Para petugas hanya menyebut adanya keterlambatan distribusi dari pusat.
“Terakhir pengiriman sudah beberapa hari lalu. Sekarang masih menunggu kabar dari gudang. Kalau ditanya kapan, kami juga belum bisa memastikan,” ujar salah seorang supervisor yang enggan disebutkan namanya.
Dampak ke Pasar BBM
Situasi kosongnya stok bensin ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen setia Shell. Banyak yang khawatir kondisi ini berlanjut dan membuat mereka harus sepenuhnya beralih ke SPBU pesaing.
Menurut pengamat energi dari Universitas Indonesia, Daryanto, ketersediaan bahan bakar adalah faktor krusial dalam menjaga loyalitas konsumen.
“Sekali saja pasokan tidak stabil, konsumen bisa langsung berpindah ke merek lain. Apalagi di Jakarta, pilihan SPBU sangat beragam. Shell harus segera mengatasi masalah ini agar tidak kehilangan pasar,” jelasnya.
Jalan Raya Ambasador yang Biasanya Ramai, Kini Sepi
Biasanya, SPBU Shell di Jalan Raya Ambasador menjadi salah satu titik sibuk karena lokasinya dekat kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan. Namun pada Minggu sore ini, yang tampak hanya beberapa kendaraan yang masuk lalu keluar kembali tanpa melakukan pengisian.
Situasi tersebut menegaskan dampak nyata dari habisnya pasokan bensin: bukan hanya kerugian bagi konsumen, tetapi juga potensi kehilangan pelanggan bagi pihak pengelola SPBU.
