DNEWS – Himpunan Mahasiswa Grafika dan Penerbitan (HMGP) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mencatatkan prestasi membanggakan setelah resmi lolos seleksi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) 2024. Program ini mulai dijalankan pada 12 Juli 2025, dengan mengangkat judul “Wadasari Creative Heritage: Kolaborasi Desain, Teknologi Cetak, dan Jurnalistik untuk Penguatan Branding dan Daya Saing Wisata Budaya Berbasis Komunitas”.
Melalui program ini, tim HMGP PNJ berkomitmen untuk mendukung pengembangan Kampung Jawa Wadasari di Tangerang Selatan. Kampung tersebut dikenal sebagai kampung wisata Jawa pertama di kota itu, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaannya.
Potret Kampung Jawa Wadasari
Berdasarkan hasil pemetaan awal, Kampung Jawa Wadasari memiliki potensi besar di bidang wisata budaya. Akan tetapi, pengelolaannya belum maksimal. Minimnya atraksi wisata, ketiadaan homestay, keterbatasan souvenir, serta kurangnya dokumentasi digital membuat destinasi ini kurang dikenal dibandingkan kampung wisata budaya lainnya.
Menurut Wibowo (2025), perwakilan Dinas Pariwisata Tangerang Selatan, ada lima syarat penting agar desa wisata bisa bersaing: atraksi, homestay, souvenir, kreativitas digital, dan kelembagaan. “Tanpa kelima syarat ini, sebuah desa wisata sulit untuk berkembang menjadi destinasi unggulan,” tegasnya.
Hasil Survei dan Temuan Tim
Sebelum program resmi berjalan, tim PPK Ormawa HMGP PNJ melakukan survei langsung ke Kampung Wadasari. Dari hasil survei tersebut, ditemukan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat branding kampung wisata agar dapat meningkatkan daya tarik sekaligus menambah pendapatan masyarakat.
Salah satu masalah utama adalah lemahnya promosi digital serta pengemasan produk UMKM yang belum optimal. “Kami melihat potensi Wadasari luar biasa, tapi branding dan pengelolaannya belum terarah. Melalui PPK Ormawa ini, kami ingin hadir bukan hanya membawa program, tapi juga solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Daffa Ketua Tim PPKORMAWA HMGP PNJ.
Strategi dan Solusi
Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim HMGP PNJ menghadirkan program Wadasari Creative Heritage dengan pendekatan kolaborasi lintas prodi di Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan PNJ. Empat prodi dilibatkan untuk memberikan kontribusi sesuai bidang keahliannya, yakni:
Program Studi Penerbitan/Jurnalistik: pelatihan pembuatan konten wisata digital dan penguatan keterampilan jurnalistik bagi warga.
Program Studi Teknologi Industri Cetak Kemasan (TICK): pengembangan desain dan pengemasan produk untuk UMKM.
Program Studi Desain Grafis: penerapan desain konten visual untuk mendukung media sosial Kampung Wadasari.
Program Studi Teknik Cetak Grafika (TCG): perakitan alat sablon untuk mendukung produksi merchandise lokal.
Selain itu, dilakukan juga monitoring dan evaluasi partisipatif secara rutin bersama masyarakat. Evaluasi ini dimaksudkan agar program tidak hanya berhenti pada satu periode, melainkan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang.
Harapan Mahasiswa dan Masyarakat
Program ini tidak hanya sebatas pemberdayaan, melainkan diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi wisata berbasis budaya Jawa.
“Kami berharap Kampung Jawa Wadasari bisa lebih dikenal luas. Dengan branding yang kuat, atraksi yang menarik, dan pengelolaan produk UMKM yang lebih baik, kampung ini dapat menjadi destinasi budaya unggulan di Tangerang Selatan,” ungkap Rifqi perwakilan Departemen Sosial Masyarakat dan Lingkungan HMGP PNJ.
Antusiasme juga datang dari warga sekitar. Seorang tokoh masyarakat Kampung Wadasari menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran mahasiswa PNJ. “Anak-anak muda ini datang bukan hanya belajar, tapi juga membantu kami. Harapan kami, program ini bisa membuka peluang baru bagi UMKM dan membuat kampung kami lebih dikenal,” ujarnya.
Langkah Nyata Sejak 12 Juli 2025
Sejak dimulai pada 12 Juli 2025, HMGP PNJ bersama masyarakat setempat telah menjalankan berbagai agenda, mulai dari pelatihan jurnalistik, workshop desain produk, hingga perakitan alat sablon. Aktivitas ini juga dikombinasikan dengan kegiatan kreatif yang melibatkan langsung warga agar mampu mengembangkan keterampilan digital dan produk wisata secara mandiri.
Dengan adanya program Wadasari Creative Heritage, mahasiswa PNJ ingin menunjukkan bahwa peran organisasi mahasiswa tidak berhenti di kampus, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.